Minggu, 16 September 2012

16 September

Tak satupun kata yang dapat mewakilinya....
Hari itu aku ingin sekali memandangmu lebih dalam...
melihat sinar coklat bola matamu...
menyentuh raut datar wajahmu...
tapi malu lebih dahulu merengkuhku...
aku rindu saat-saat aku adalah milikmu..
aku rindu saat-saat kau adalah milikku..
tapi bahagia melihatmu
tetap menjadi penghibur hati yang menunggumu..
selalu aku ingin tekankan..
bahwa aku akan selalu ada untukmu kapan saja kau butuh..
selalu aku ingin katakan..
aku menyayangimu meskipun kelak kau melupakanku..
rasanya.... semua tentangmu hari itu terus saja terpateri dalam ingatku..
ada apa denganku?
apakah terlalu indah hari itu?
meski kutahu kau bukan lagi milikku..
meski kutahu kebahagiaan itu hanya sekejap untukku...
Tidak, aku tidak berusaha melupakanmu dengan mecari sinar baru...
meskipun diluar sana mungkin saja ada yg menungguku..
aku tak merasa aku akan mampu melupakanmu...
meskipun kelak kau kan lebih dahulu melupakanku..
atau bahkan menggantiku dengan sosok baru..
aku akan tetap mengingatmu... menyayangimu... peduli padamu...
walau aku tau tak kan pernah bisa aku buktikan semua itu..
karena semua pintu, ternyata tertutup untukku..
tertutup untuk kita sekedar bertemu...

Sabtu, 15 September 2012

15 September 2012

Damai rasanya berada tepat disisimu meskipun sebentar.. Kau mungkin tak pernah dapat merasakan apa yang kurasakan.. rasanya seperti apapun luka yang kurasakan terhapus sekejap.. semua kepiluan, kesedihan, kepedihan menguap dan melambung jauh begitu saja.. 
Aku memang membutuhkanmu.. 1 hal yang kusadari itu membuatku menyesali semua kesalahan dan berharap waktu dapat terulang kembali.. Aku damai bersamamu.. meski terlalu banyak keadaan yang memaksa kita jauh.. meski sudah terlalu banyak alasan yang mengharuskan kita terpisah... aku hanya membutuhkanmu... itu saja yang sedari tadi kusadari...
perih ketika kusadari kau, yang berada dekat denganku tadi bukanlah milikku lagi... perih ketika semuanya harus kembali pada kenyataan.. perih ketika kita harus saling melepaskan... perih...
Tuhan... apakah Ia tak menginginkan kita bersama? apakah kita terlampau tak dapat bersama? apakah perasaan yang kurasakan ini memang harus dibuang jauh? tapi mengapa Ia sekalipun tak pernah menunjukkan cara untuk melupakanmu?
dan kau... apakah merasakan hal yang sama denganku? aku yang begitu damai berada disampingmu.. aku yang begitu bahagia melihat senyummu.. aku yang merasa kau lah yang kubutuhkan... aku yang merasa tak ingin semua hanya menjadi kenangan...
aku tak kan mengatakan aku mencintaimu jika itu memang hanya melukaimu.dan aku takkan mengatakannya karena aku pun tak mengerti apa arti cinta menurutmu.. yang kutahu saat ini, aku hanya membutuhkanmu.. aku meginginkanmu... aku damai bersamamu... aku bahagia... ketika kita bersama.... itu saja....


Kamis, 13 September 2012

fffffffffuuuhhhhhh

Aku tak pernah membencimu... tak pernah sekalipun terfikir untuk membencimu... karena untuk melupakanmu saja sulit.. apalagi untuk membenci.. tapi melihat sikapmu, perkataanmu, caramu menilaiku, semuanya memusnahkan rasa rinduku.. jangankan cinta...  terfikir untuk mengenangmu saja mungkin tidak.. semua kau yang membuatnya..  kau membunuh semua perasaanku.. tapi kenangan itu.. semua membekas saja.. entah bagaimana menghapusnya.. aku benci saat aku mulai merindukannya.. terlepas bahwa seseorang dalam kenangan itu adalah dirimu, aku merindukan saat-saat kita bersama.. itu saja...

Rabu, 12 September 2012

September 12,12. everything's clear here..

kini aku mengikhlaskanmu...untuknya atau siapapun... :') terima kasih untuk waktu yang telah membuka semuanya... semoga kamu bahagia... dan semoga aku melupakanmu.. Amin...

Selasa, 11 September 2012

Saranghaeyo

Sakitnya... berjalan tepat didepanmu.. melihatmu dengan jelasnya..namun menjadi orang yang paling jauh darimu... atau mungkin menjadi orang yang paling kau benci... setelah sebelumnya menjadi orang yang paling kau sayangi.. menjadi orang yang paling asing denganmu.. setelah sebelumnya menjadi orang yang paling mengertimu...menjadi orang yang paling tidak mengerti keadaanmu...setelah sebelumnya menjadi seseorang yang selalu tahu apa yang kau lakukan.. 
mungkin kau tak pernah merasakan apa yang aku rasakan... apalagi ketika aku harus melihat kau tersenyum bukan untukku.. melihatmu akrab dengan wanita selain aku... melihat kau yang jauh lebih baik tanpa aku.. seketika banyak pertanyaan yang memenuhi kepala.. apakah selama kau bersamaku, aku hanyalah seorang pengganggu? apakah selama kau bersamaku kau tak pernah dapat tersenyum seperti senyummu akhir-akhir ini? singkatnya, apakah selama kau bersamaku, kau tak pernah merasa bahagia? 
mengapa begitu berbeda denganku? yang selalu merasa bahagia bersamamu seperti apapun keadaan kita.. setinggi apapun perbedaan itu... seberat apapun halangan itu... sekeras apapun usaha orang-orang memisahkan kita... aku tak pernah peduli.. yang kutahu, aku hanya bahagia bersamamu.. aku hanya merasa aku mampu dan kuat melewati itu semua... bahkan, terkadang meskipun kutahu bahwa rasa yang kau rasakan padaku, tak sama seperti apa yang aku rasakan padamu... 
aku selalu merasa kau adalah hal terindah meskipun aku tak tahu keindahan seperti apa yang telah kau berikan padaku... aku merasa kau begitu tulus menyayangiku dulu.. aku tak ingin merasa bahwa aku hanyalah seorang pelarian.. karena terlihat dari sinar matamu, sebuah ketulusan.. entah aku sedang menghibur diri atau apa.. tapi, seringkali spekulasi itu datang... bahwa kehadiranku dalam hidupmu hanya sebuah usaha melupakan "dia"... sakit... tapi, rasanya lebih sakit jauh darimu...
jika kamu dapat membaca ini... aku ingin kamu tahu, aku tak pernah baik-baik saja tanpamu.. aku tak pernah sedetik saja lepas dari namamu... aku tak pernah sekali saja tak peduli denganmu... bahkan aku tak pernah tak ingin tahu tentangmu.. tapi semua dengan hebatnya aku sembunyikan demi ketenanganmu.. demi dirimu yang memang bertekad untuk melupakanku... demi dirimu yang mungkin saja bahagia dengan "dia" atau orang lain...
3 hal saja yang selalu ingin aku tekankan padamu... bahwa aku menyayangimu, selalu menyanyangimu, dan akan tetap menyanyangimu...
Cinta Pertama ku....
-A.S.T-

Jumat, 07 September 2012

:'(

Kadang ingin kukatakan bahwa hanya dirimu yang masih jelas terlukis dalam angan-angan dan sanubariku..
namun setengah berlari aku mencoba melupakannya.. meski sadar bahwa tak kan pernah selamanya kita menjalin kasih, kesakitan itu tetap membekas nyata.. rasa sakit atas kehilanganmu...
Aku ingin memilikimu seumur hidupku.. itu saja yang hatiku inginkan.. namun halangan terlanjur menjulang terlalu tinggi.. dan yang paling menyakitkan, semua kasih sayang yang dulu kau berikan untukku hilang begitu saja seiring waktu.. sepertinya cinta telah menjauh dari hatimu.. cinta yang dulu kau rasakan untukku.. apakah kini telah ada yang lebih indah dariku, lebih mengertimu, lebih segala-galanya dari ku? wajar saja mungkin.. wajar untukmu..karena aku memang tak seindah itu... tapi, kau terlalu indah untukku...  kau selalu membekas dihatiku walau tak pernah sekalipun aku mengatakannya.. Kau...dan semua kenangan itu terlalu berat untuk kubuang begitu saja...
ingin sekali kukatakan, aku membutuhkanmu.. aku tak peduli seberapa tinggi dan kokohnya tembok penghalang itu..aku hanya ingin terus berdiri disampingmu... tapi,, semua memang harus dapat kurelakan... aku tak mungkin memiliki semua yang ku inginkan...
aku ingin kau bahagia... tapi menyakitkan rasanya jika kebahagiaanmu bukan bersamaku.. aku mencintaimu... tapi semua hanya tinggal perasaan cintaku.. sudah tidak saling.. kau sudah membuangnya.... perasaan itu... sakit ini mungkin akan menguatkan aku untuk tidak mudah jatuh lagi..jatuh cinta lagi pada seseorang yang memang bukan untukku... seperti dirimu...

Sekop Sembilan

Hai Beruang ku! :) Apa kabarmu hari ini? bahagia kah? sehat kah? yang kulihat meski dari jarak yang tak pasti, kau terlihat baik-baik saja.. bukan, tapi kau terlihat sangat bahagia.. kalau begitu kenyataannya, syukurlah.. aku pun akan merasa bahagia.. meski kebahagiaan yang aku rasakan hanya sebatas usaha menutupi kesedihanku.. ya, aku bersedih.. karena ternyata kau jauh lebih baik tanpa aku disampingmu.. 
rasanya tempat dimana biasanya kita bernaung menjadi tempat yang paling asing untukku.. karena setiap penjuru tempat ini, tempat dimana kita bertemu, sejengkalpun tak pernah ada yang tak kita singgahi.. semua mengingatkan kamu... disisi lain aku ingin melupakannya.. mungkin kau sudah lebih dulu melupakannya.. biarlah.. memang aku tak dapat memaksamu untuk terus mengenangnya.. tapi rasanya sungguh tak adil.. kau terlihat secepat itu melupakan semua tentang aku, sementara aku masih saja berlarut-larut merindukanmu :') 
aku masih saja menangis setiap menjelang tidur karena bantal yang kau beri.. rasanya ketika aku memeluknya, kau dapat merasakan betapa aku sangat merindukanmu.. tapi mungkin itu hanya sebuah harapanku.. aku juga masih sering terdiam dan mengenangmu di tempat kita biasa membeli es krim.. dan terkadang aku juga masih sering berjalan-jalan sore dibelakang kampus tempat biasa kita bercanda ataupun menyelesaikan masalah.. pernahkah semua itu terlintas di pikiranmu dan membuat kau mengenangku? semuanya terlalu indah untuk ku buang begitu saja.. bahkan pertengkaran kita pun menjadi hal termanis yang dapat kukenang hingga detik ini.. saat-saat itu, saat kita bersama.. entah itu tawa atau duka.. aku selalu mensyukurinya.. karena pada saat itu aku masih berada disampingmu.. masih dapat menyentuh wajahmu.. masih dapat melihat senyummu... saat ini.. semua mengharuskanku untuk melupakanmu.. sulit... aku sudah mencoba semampuku.. tapi semakin aku berusaha, semakin aku jatuh dan merindukanmu... entah bagaimana nantinya.. saat ini aku hanya lelah mencoba melupakanmu.. biar saja semua kusimpan rapat-rapat semua perasaanku.. seperti dulu saat pertama kali mengenalmu.. semuanya indah saat aku sadar bahwa aku menyukaimu... seharusnya ini menjadi lebih indah karena aku sadar kini aku mencintaimu..